Monday, January 1, 2018

Varises

January 01, 2018 0
Varises
Varises merupakan pembuluh darah balik yang mengalami pelebaran. Kita mampu melihat varises di bawah kulit kita. Bentuknya biasanya memanjang dan menonjol, mirip bentuk kabel yang agak panjang. Pembuluh darah tersebut berwarna biru gelap bahkan cenderung ungu karena kadar oksigennya sedikit.

Varises tidak hanya timbul pada kaki (betis), tetapi mampu juga timbul pada vulva (bibir vagina), testis, anus (pada anus mampu menyebabkan terjadinya ambeien), dan pada tempat kerongkongan. Pada dasarnya varises tidak berbahaya, tetapi varises dapat mengganggu penampilan, terutama bagi mereka yang menyukai memakai rok atau celana pendek.

Tanda-Tanda
  1. Terlihatnya pembuluh darah yang berwarna biru gelap atau keunguan pada beberapa episode bawah kulit di kaki, betis, dan episode tubuh lainnya.
  2. Pada umumnya menimbulkan rasa pegal, gatal, dan nyeri pada tempat yang terkena varises.
  3. Terjadi pembengkakan dan kekejangan otot serta rasa lelah di tungkai belakang lutut.

Penyebab
  1. Varises merupakan salah satu jenis penyakit yang diturunkan karena bekerjasama dengan kecenderungan lemahnya katup di pembuluh vena.
  2. Wanita dua kali beresiko mengalami varises daripada pria. Perubahan hormonal terutama hormon estrogen dan progesteron kuat pada timbulnya urat-urat halus tersebut. Karena itu, wanita yang sedang hamil, mengalami sindrom pramestruasi, menopause, sedang mengonsumsi pil KB, atau melaksanakan terapi sulih hormon berisiko lebih tinggi untuk mengalami varises.
  3. Pekerjaan yang menuntut kita untuk bangkit dan selalu menggunakan high heels atau sepatu berhak tinggi berisiko lebih tinggi terkena varises karena pembuluh darah vena akan mendapat beban lebih lama sehingga muncullah varises.
  4. Jika kita kelebihan berat badan, hal itu akan kuat pada tubuh berupa tekanan berlebih pada vena sehingga fungsinya menurun. Inilah sebabnya mengapa orang yang gemuk cenderung mudah terserang varises.
  5. Hilangnya elastisitas vena akhir dimakan usia. Penuaan menjadikan vena kehilangan elastisitasnya sehingga mudah meregang dan melebar. Mereka yang masih berusia muda pun bahwasanya memiliki kemungkinan untukmengalami varises. Apalagi jikalau dia memiliki faktor-faktor risiko yang mampu menyebabkan varises dan menerapkan contoh hidup yang tidak sehat.

Pencegahan

  1. Menjaga contoh makan biar berat tubuh tidak melebihi batas normal.
  2. Rajin berolahraga untuk memperlancar peredaran darah.
  3. Memakai stocking khusus untuk varises jikalau memang berisiko tinggi untuk mengalami varises. Stocking ini mampu membantu memperlancar peredaran darah sehingga darah tidak mengumpul atau menggumpal pada satu episode tubuh saja.
  4. Setelah beraktivitas atau bangkit dalam jangka waktu yang lama, baik menggunakan high heels atau tidak, sebaiknya segera berbaring di atas tempat tidur lalu mengangkat lurus kedua kaki dan tempelkan ke tembok sampai tubuh membentuk karakter L Cara lainnya ialah dengan menumpuk 3-4 buah bantal dan meletakkan kedua kaki di atas bantal tersebut sambil berbaring. Tahan selama beberapa menit karena posisi ini dapat memperlancar fatwa darah.

Sunday, December 31, 2017

Vaginitis dan Vulvitis (Radang Vagina dan Vulva)

December 31, 2017 0
Vaginitis dan Vulvitis (Radang Vagina dan Vulva)
Vaginitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan vagina, sedangkan vulvitis ialah peradangan pada vulva atau organ kelamin wanita. Penyakit ini dapat terjadi sendiri-sendiri dan dapat juga terjadi secara bersamaan. Jika terjadi secara bersamaan, maka penyakit ini diberi nama dengan vulvovaginitis.

Tanda-Tanda
  1. Keluarnya cairan abnormal dari vagina dalam jumlah yang banyak, mengeluarkan bau yang menyengat, serta disertai adanya rasa gatal dan nyeri pada vagina.
  2. Cairan yang keluar teksturnya lebih kental dari biasanya dan mampu saja berwarna kuning kehijauan atau kemerahan.
  3. Infeksi vagina yang disebabkan oleh basil cenderung menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih, abu-abu, keruh, dan berbau amis. Bau tersebut akan semakin menyengat seusai bekerjasama seksual atau saat mencuci vagina dengan sabun. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan keasaman vagina sehingga basil lebih mudah tumbuh di sana.
  4. Vulva terasa gatal dan mengalami iritasi. Pada infeksi jamuryang parah, vulva dan vagina terasa amat gatal dan menyerupai terbakar. Kulit tampak merah dan terasa kasar. Dari vagina keluar cairan menyerupai keju cair.
  5. Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa yang berwarna putih, hijau keabuan, atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap. Keluarnya cairan tersebut juga disertai denga serangan rasa gatal yang sangat hebat.
  6. Jika cairan yang keluar dari vagina encer dan mengandung herpes atau abses, sedangkan jikalau luka tersebut tidak menyebabkan nyeri maka mampu disebabkan oleh kanker atau sifilis.

Penyebab
  1. Adanya infeksi bakteri, jamur, protozoa, atau virus.
  2. Menggunakan spermisida, pelumas vagina, kondom, diafragma, penutup serviks, dan spons secara rutin.
  3. Berlebihan dalam menggunakan pembilas vagina, sabun cuci, atau adanya reaksi antara sisa deterjen dalam pakaian dalam dengan cairan yang dikeluarkan oleh vagina.
  4. Menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori, dan tidak menyerap keringat.
  5. Adanya tumor atau jaringan abnormal lainnya.
  6. Adanya perubahan hormonal.
  7. Adanya kutu kemaluan (Pedikulosis pubis) yang mampu menyebabkan gatal-gatal pada episode vulva.
Pencegahan
  1. Selalu menjaga kebersihan diri dan wilayah genital.
  2. Menggunakan pakaian dalam yang bersih dan kering.
  3. Tidak berganti-ganti pasangan atau setia pada pasangan hidup.
  4. Mengonsumsi makanan yang bergizi dan menerapkan tumpuan hidup yang sehat.
  5. Memperkuat daya tahan tubuh.
  6. Menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya vaginitis dan vulvitis.

Saturday, December 30, 2017

Vaginal Dryness

December 30, 2017 0
Vaginal Dryness
Vaginal dryness atau kekeringan yang terjadi pada vagina yaitu sebuah kondisi ketika terjadi penurunan produksi cairan atau lendir pada vagina yang berf ungsi sebagai pelumas pada dikala bekerjasama seks. Kondisi ini menjadikan ketidaknyamanan, rasa sakit, bahkan perdarahan pada dikala bekerjasama seks.

Secara normal, ketika seorang wanita merasa terangsang, otomatis vagina akan mengeluarkan cairan pelumas untuk melembapkan dan melicinkan dinding vagina dengan lendir yang keluar. Karena aneka macam hal, proses ini mampu saja terganggu sehingga cairan atau lendir tersebut berkurang. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang sudah menopause atau wanita yang dipaksa bekerjasama seksual padahal secara fisik beliau belum siap untuk bekerjasama seksual.

Tanda-Tanda
  1. Vagina terasa kering dan tidak mengeluarkan atau hanya sedikit mengeluarkan cairan pelumas meskipun dalam keadaan terangsang.
  2. Terasa sakit dan nyeri dikala bekerjasama seksual dengan suami.
  3. Timbul rasa gatal dan iritasi pada vagina.
Penyebab
  1. Menurunnya kadar estrogen pada wanita menopause atau pascamenopause.
  2. Konsumsi obat-obatan tertentu yang mampu memengaruhi kadar hormon, terutama hormon kewanitaan.
  3. Mengalami sindrom Sjogren.
  4. Terlalu sering membilas vagina dengan cairan tertentu atau sabun khusus wanita.
  5. Efek samping dari terapi kanker ovarium, meliputi radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon.
  6. Dalam kondisi pasca melahirkan.
Pencegahan

Jika penyebab vaginal dryness yaitu karena menopause maka hal tersebut tidak dapat dicegah. Namun, berikut ini yaitu beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi kekeringan vagina.
  1. Menggunakan pelumas dan pelembab khusus. Jika vagina yang kering menjadikan rasa tidak nyaman dikala bekerjasama seksual, sebaiknya mencoba untuk menggunakan lubrikan (berupa jelly) atau pelembab vagina yang dijual bebas di apotek. Lubrikan dapat melubrikasi vagina selama beberapa jam, sedangkan pelembab vagina dapat bertahan lebih lama (sampai 3 hari).
  2. Sebelum melaksanakan kekerabatan seksual, hendaknya melaksanakan pemanasan lebih dulu. Pemanasan yang cukup akan membantu vagina mendapat lubrikasi dari kelenjar vagina. Untuk itu, komunikasi sebelum melaksanakan kekerabatan intim dengan pasangan sangat penting. Selain itu, kekerabatan seksual yang teratur dapat membantu lubrikasi vagina lebih baik.
  3. Jika vagina kering disebabkan oleh kurangnya kadar estrogen dan cara-cara di atas tidak dapat membantu, mungkin diharapkan terapi estrogen vagina. Terapi estrogen vagina dapat berupa penggunaan krim estrogen vagina, cincin estrogen vagina, atau tablet estrogen vagina.

Friday, December 29, 2017

Tifus

December 29, 2017 0
Tifus
Tifus yakni penyakit yang disebabkan oleh basil Salmonella typhi. Biasanya kita lebih rentan mengalami tifus kalau daya tahan badan kita lemah dan kita mengonsumsi makanan yang tidak bersih di kawasan yang tidak bersih pula.

Tanda-Tanda
  1. Demam tinggi sehingga suhu meningkat menjadi sekitar 39-40°C.
  2. Tubuh terasa lemah dan perut terasa sakit.
  3. Kepala terasa sangat sakit dan berat.
  4. Hilang selera makan dan pengecap terasa pahit.
  5. Kadang-kadang disertai diare atau sembelit.
  6. Feses yang dikeluarkan berwarna hitam.
  7. Jika dilakukan tes darah, maka dapat dideteksi adanya eksistensi basil S. typhi.

Penyebab
  1. Penyebab tifus yakni basil Salmonella typhi yang ada pada makanan.
  2. Jajan di sembarang tempat.
  3. Tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan atau setelah buang air.
  4. Daya tahan badan lemah.

Pencegahan
  1. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.
  2. Makan dan minum di kawasan yang bersih dengan menggunakan alat makan yang bersih.
  3. Tidak jajan di sembarang tempat.
  4. Menyediakan antiseptik pembersih tangan kalau kita tidak dapat mencuci tangan.
  5. Menjaga daya tahan badan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi sehingga dapat menguatkan daya tahan badan dari penyakit.

Thursday, December 28, 2017

TBC

December 28, 2017 0
TBC
TBC atau tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang adegan paru-paru. Bakteri ini merupakan salah satu jenis basil yang kuat, sehingga bagi orang yang terkena TBC biasanya perlu waktu yang lama untuk mengobatinya. Pengobatan yang biasanya dilakukan yaitu bantuan antibiotik selama enam bulan berturut-turut tanpa henti, ditambah lagi berat tubuh harus naik biar basil tidak mudah bersarang karena sistem imun tubuh sudah menguat.

Tanda-Tanda
  1. Berkeringat cuek pada malam hari.
  2. Batuk yang tidak kunjung sembuh selama tiga ahad berturut-turut. Batuk yang dikeluarkan biasanya bercampur dahak atau darah.
  3. Berat tubuh menurun drastis dan sering mengeluhkan merasa lelah.
  4. Mengalami rasa nyeri pada adegan dada.
  5. Demam.
  6. Kehilangan nafsu makan.
Penyebab
  1. Tertular dari penderita TBC akhir kontak secara eksklusif dan menggunakan alat makan bersama dengan penderita TBC.
  2. Memiliki kebiasaan merokok.
  3. Daya tahan tubuh rendah.
  4. Tempat tinggal yang lembap atau basah, tidak bersih, dan kumuh.
Pencegahan
  1. Tinggal di rumah yang bersih, sehat, dan kering (tidak lembap).
  2. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan basil TBC.
  3. Memisahkan alat makan penderita TBC dengan keluarga yang sehat.
  4. Tidak merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  5. Cukup beristirahat.

Wednesday, December 27, 2017

Stroke

December 27, 2017 0
Stroke merupakan suatu kejadian di mana fatwa darah ke otak terhenti alasannya yaitu adanya pengapuran pada pembuluh darah menuju otak. Serangan ini terjadi kalau pasokan darah mengalami perubahan dan jaringan otak kekurangan darah. Jika dalam waktu 4 menit sel-sel otak kekurangan zat gizi penting, maka sel-sel tersebut akan mati.

Kini stroke tidak hanya dialami oleh orang tua, tetapi juga rentan dialami oleh mereka yang berada dalam usia produktif. Apalagi kalau mereka memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

Tanda-Tanda

Berikut ini yaitu gejala stroke. Jika mengalami salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
  1. Muncul rasa lemah dan mati rasa mendadak pada episode wajah, lengan, dan kaki atau pada episode badan lainnya.
  2. Kehilangan daya penglihatan pada salah satu mata atau penglihatan menjadi gelap dan kabur.
  3. Mengalami kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan.
  4. Mengalami sakit kepala yang andal secara mendadak tanpa diketahui penyebab yang terang dan bahkan menyebabkan terjatuh.
Penyebab

Penyebab terjadinya stroke yaitu tersumbatnya fatwa darah yang membawa oksigen dan makanan ke otak. Adapun yang menyebabkan hal tersebut terjadi yaitu sebagai berikut.
  1. Orang tersebut mengalami hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.
  2. Faktor keturunan dan usia. Orang yang usianya lebih dari 50 tahun lebih rentan mengalami stroke daripada mereka yang lebih muda.
  3. Wanita yang telah mengalami menopause juga rentan terhadap stroke.
  4. Konsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol, garam, dan gula sehingga membuat metabolisme badan menjadi terganggu dan mampu menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.
  5. Perokok dan peminum alkohol berat.
  6. Kurang berolahraga.
  7. Stres.
Pencegahan

Menerapkan contoh makan yang sehat dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
  1. Menghindari stres.
  2. Teratur berolahraga guna memperlancar fatwa darah ke otak dan memperabukan kalori yang tersimpan di bawah kulit.
  3. Meninggalkan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Tuesday, December 26, 2017

Stres

December 26, 2017 0
Stres
Stres mampu terjadi ketika kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan cita-cita kita. Ketika kita mengalami stres, otak memicu hipotalamus, kelenjar pituitari, dan adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.

Stres juga memicu pelepasan dari kelenjar kortisol. Jika kadar kortisol dalam darah tinggi, maka badan akan menyesuaikan diri dengan cara menguras kalsium, magnesium, dan kalium dari tulang. Pada dikala yang sama, kortisol ini juga menahan garam dalam tubuh. Pada intinya, naiknya kortisol pada badan akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, sehingga mengundang banyak sekali penyakit.

Tanda-Tanda
  1. Terlalusedihatauterlalugembiradalammeresponssesuatuatau tidak bereaksi apa-apa terhadap kesulitan yang dialaminya.
  2. Jantung berdetak lebih cepat dan usus pun terangsang sehingga kita mampu menderita diare.
  3. Kulit berkeringat dan susukan pernapasan pun melebar sehingga oksigen yang masuk lebih banyak.

Penyebab
  1. Situasi emosional yang tidak sehat.
  2. Perceraian atau ditinggalkan oleh orang yang dicintai.
  3. Tekanan pekerjaan, ekonomi, atau rumah tangga.
  4. Perselingkuhan.

Pencegahan
  1. Beradaptasi dengan stres yang dialami dan mencoba mencari penyelesaian persoalan tersebut secara berdikari atau dengan meminta perlindungan dari pihak lain.
  2. Beristirahat cukup untuk menghindari rasa sakit kepala yang disebabkan oleh stres.
  3. Menjaga contoh makan dan gaya hidup. Orang yang memiliki contoh makan yang baik dan rajin melaksanakan acara fisik biasanya lebih tahan terhadap stres daripada orang yang tidak melakukannya.
  4. Mengonsumsi makanan antistres. Meskipun tidak mampu menghilangkan stres, tetapi makanan ini dapat membantu mengurangi gejala stres terutama efeknya bagi badan supaya tidak rentan terkena penyakit akhir stres. Di antara makanan tersebut ialah pisang, buah ceri, susu, buah labu, dan masih banyak lagi.
  5. Mencuri waktu untuk diri sendiri. Jika merasa bahwa gejala stres muncul, sebaiknya cobalah untuk beristirahat sejenak. Pergilah berjalan-jalan seorang diri atau mungkin berbelanja untuk menghindari kepenatan dan ketegangan.
  6. Menghindari minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol dapat membuat stres dan menambah tekanan stres.

Monday, December 25, 2017

Sistosarkoma Filodes

December 25, 2017 0
Sistosarkoma Filodes
Sistosarkoma filodes merupakan sejenis tumor jinak payudara yang relatif jarang ditemui. Meskipun demikian jikalau sudah dialami oleh seorang wanita, maka tumor tersebut memiliki kemungkinan untuk menjadi tumor ganas bahkan mampu menimbulkan terjadinya kanker payudara.

Tumor ini termasuk jenis tumor yang menetap dan jarang menyebarke kawasan lainnya. Meskipun sudah diambil daritempatnya, tumor ini masih memiliki kemungkinan untuk berkembang di tempat yang sama. Wanita yang berusia lebih dari lima puluh tahun berisiko tinggi untuk mengalami tumor ini.

Tanda-Tanda
  1. Awalnya tumor ini memiliki batas yang tegas, bentuknya licin, dan mudah digerakkan.
  2. Ukurannya relatif besardengan diameter benjolan sebesar lima cm.
  3. Kulit yang menutupi benjolan tersebut biasanya tampak mengilat dan agak transparan sehingga pembuluh darah di bawahnya mampu terlihat.
  4. Jika tumor ini telah berubah bentuk menjadi ganas, penyebaran tumor lebih sering menyebar ke wilayah paru-paru, jantung, tulang, dan hati. Jika sudah menyebar, kemungkinan besar penderita akan mengalami sesak napas akut dan nyeri pada tulang.

Penyebab

Hingga ketika ini penyebab terjadinya sistosarkoma filodes masih belum diketahui, tetapi penyebab terjadinya mungkin mampu dianalogikan dengan penyebab terjadinya kanker.

Ketidakseimbangan mekanisme hormonal, contoh hidup yang buruk, dan jerawat mungkin dapat ditengarai menjadi penyebab terjadinya penyakit ini.

Pencegahan

Pencegahan penyakit ini mampu dilakukan sebagaimana pencegahan terhadap penyakit kanker, misalnya menyerupai berikut.
  1. Menerapkan contoh makan yang sehat dan melaksanakan acara fisik secara teratur.
  2. Rajin memeriksa payudara. Jika ada benjolan abnormal dan tidak wajar sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
  3. Menjaga kebersihan payudara dan bra yang dikenakan.

Sunday, December 24, 2017

Sistitis

December 24, 2017 0
Sistitis
Sistitis merupakan penyakit radang kandung kemih atau susukan kencing, mungkin kita lebih mengenalnya sebagai anyang-anyangan. Sistitis lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada bentuk kelamin antara wanita dan pria.

Pada wanita, uretra atau susukan kencing episode bawah yang berfungsi untuk menyalurkan air kencing, lebih pendek dibandingkan pada pria. Hal ini menjadikan kuman dan basil lebih mudah memasuki kandung kemih. Oleh karena itu, uretra pada wanita biasanya mengandung kuman ibarat E. Coli, streptokokus, stolilokokus, atau basilus. Padahal seharusnya kandung kemih ini terbebas dari kuman.

Tanda-Tanda
  1. Rasa nyeri pada susukan kencing dan perut episode bawah. Jika dibawa buang air kecil terasa sakit dan nyeri.
  2. Sering buang air kecil, tetapi air seni yang keluar hanya sedikit dan disertai rasa nyeri.
  3. Jika sistitis disebabkan oleh kanker kandung kemih, biasanya kencing disertai rasa nyeri dan darah yang keluar bersama air seni.

Penyebab
  1. Saluran kencing mengalami infeksi karena kuman yang masuk melalui uretra atau karena daya tahan badan yang menurun.
  2. Radang perkontinuitatum menyebar. Penyebaran ini terjadi karena organ badan yang sakit menempel pada organ yang masih sehat, misalnya kista ovarium yang mengeluarkan infeksi menyebar ke organ genital yang lain.
  3. Ada kuman yang menyebar melalui darah. Kuman ini biasanya berasal dari satu infeksi pada organ badan yang lain.
  4. Pemakaian kateter (alat bantu kencing) atau benda-benda absurd lainnya di dalam uretra.
  5. Keluarnya mani atau keputihan secara berlebihan karena sanggama sehingga mampu memasuki uretra.
  6. Pemeriksaan kawasan dalam organ genital sehingga menjadikan infeksi pada susukan kencing.

Pencegahan
  1. Menjaga kebersihan kawasan genital dengan air bersih. Jangan terlalu sering menggunakan tisu berair atau sabun khusus organ kewanitaan karena mampu mematikan basil baik dalam organ genital. Kalau kita tetap ingin memakai sabun, gunakan sabun dengan pH 3,5.
  2. Jika mencuci alat kemaluan, arah cebok (mencuci kawasan genital) dari arah depan dan tidak berulang (maju mundur). Jadi, kawasan depan (uretra) dibersihkan dahulu gres kemudian kawasan vagina dan terakhir anus untuk menghindari perpindahan kuman dari anus atau vagina ke uretra.
  3. Segera mengobati keputihan yang berlebih.
  4. Tidak menahan kencing.
  5. Banyak minum air putih.
  6. Meningkatkan daya tahan badan dengan mengonsumsi tambahan vitamin C atau buah-buahan sumber vitamin C.

Saturday, December 23, 2017

Sesak Napas

December 23, 2017 0
Sesak Napas
Sesaknapasterjadiakibatkesulitanbernapasyangmenyebabkan badan menjadi kekurangan oksigen. Hal ini tentu mampu mengganggu sistem di dalam badan serta rasa tidak nyaman. Efek terburuk yang mampu terjadi jawaban sesak napas yakni kematian.

Sesak napas sendiri merupakan kombinasi dari rangsangan dari saraf ke otak yang berakhir di paru-paru, tulang iga, dan otot dada ditambah perkiraan daripenderita. Sesaknapasjuga mampu bertambah parah jikalau penderita merasa gelisah karena memikirkan penyebabnya.

Sesak napas terbagi menjadi dua, yaitu sesak napas akut dan sesak napas kronis. Sesak napas akut biasanya terjadi secara tiba-tiba dan sering menjadikan penderitanya harus dirawat di ruang gawat darurat.

Sesak napas akut mampu disebabkan oleh penyakit pada terusan pernapasan menyerupai paru-paru, penyakit jantung, atau syok pada dada. Untuk sesak napas kronis (menahun) mampu disebabkan oleh asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), emfisema, inflamasi paru-paru, tumor, atau kelainan pita suara.
Tanda-Tanda
  1. Terasa sulit untuk menggerakkan otot dada.
  2. Merasa tercekik atau timbu! rasa kejang pada otot dada.
  3. Dada terasa berat saat akan menarik napas. Awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi karena kelelahan yang dirasakan oleh otot-otot pernapasan pada adegan dada, lama-kelamaan rasa sakit itu mampu juga terjadi.

Penyebab
  1. Adanya penyakit-penyakit pada terusan pernapasan, menyerupai asma, emfisema, pneumonia, TBC, dan sebagainya.
  2. Kehamilan.
  3. Stres atau tegang.

Pencegahan
  1. Mencari tahu apa penyebab terjadinya sesak napas. Jika sesak napas karena suatu penyakit, maka obati dengan obat penyakit tersebut, misalnya TBC maka diobati dengan obat TBC dan jikalau sesak napas karena asma diobati dengan obat asma.
  2. Jika sesak napas terjadi pada wanita hamil, tidak perlu diberi obat pereda karena sesak napas pada wanita hamil umumnya bersifat ringan dan tidak akan membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya.
  3. Jaga posisi badan dengan benar, misalnya posisi bangun atau duduk harus tegak, kurangi atau perlambat gerakan, dan beri sandaran pada adegan atas badan saat tidur.